Pukul 5 pagi aktifitas dimulai, Ibu-ibu pedagang sayur datang berjalan kaki dan kemudian hanya duduk menunggu karena barang yang akan mereka jual memang belum ada, sebuah mobil pribadi masuk area parkir pasar menurunkan seorang wanita yang langsung masuk ke dalam pasar, dia bukan pedagang sayur tapi adalah pemilik satu kios sembako, suasana masih sepi, hari masih gelap karena sinar matahari pagi masih terhalang megahnya gunung sindoro, mobil pribadi pun pergi bersamaan dengan masuknya gerobak berisi tempe dan tahu yang didorong oleh seorang pria ke halaman pasar, diikuti dua buah mobil pickup berjenis L300, dengan separuh bak bermuatan sayur-mayur separuhnya lagi bermuatan 6 orang wanita penjual sayur, mobil langsung dikerubuti ibu-ibu yang sudah menunggu dari tadi karena sayur-mayur yang di mobil itulah barang jualan mereka.
Selasa, 03 Februari 2015
Pasar Jawar
Pukul 5 pagi aktifitas dimulai, Ibu-ibu pedagang sayur datang berjalan kaki dan kemudian hanya duduk menunggu karena barang yang akan mereka jual memang belum ada, sebuah mobil pribadi masuk area parkir pasar menurunkan seorang wanita yang langsung masuk ke dalam pasar, dia bukan pedagang sayur tapi adalah pemilik satu kios sembako, suasana masih sepi, hari masih gelap karena sinar matahari pagi masih terhalang megahnya gunung sindoro, mobil pribadi pun pergi bersamaan dengan masuknya gerobak berisi tempe dan tahu yang didorong oleh seorang pria ke halaman pasar, diikuti dua buah mobil pickup berjenis L300, dengan separuh bak bermuatan sayur-mayur separuhnya lagi bermuatan 6 orang wanita penjual sayur, mobil langsung dikerubuti ibu-ibu yang sudah menunggu dari tadi karena sayur-mayur yang di mobil itulah barang jualan mereka.
Kamis, 03 September 2009
Sekilas Perjalanan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Blederan
Assalamu'alaikum Wr Wb
Kepada semua pihak langsung maupun tidak langsung mengucapkan terima kasih atas segala dukungannya dalam bentuk apapun dan juga mohon maaf atas segala kukurangan dalam bentuk apapun juga dan tata bahasa penulisannya dalam penulisan "Sekilas Perjalanan Pemeritahan di Desa Blederan".
Insya Allah niat dan maksud serta tujuan penulisan ini baik, kami dapat saling berbagi bertukar pengalaman dan siapa tahu kita semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan penyelenggaraan Pemeritahan di Desa Blederan Kecamatan Mojotengah. Kami juga mohon maaf tidak bisa memberikan secara rinci perjalanan Pemerintahan di Desa Blederan, hal tersebut karena keterbatasan untuk mengingat, paling tidak meskipun hanya sekilas semoga dapat memberikan manfaat.
Demikian pengantar dari penulis semoga para pembaca dapat memberikan kritik yang membangun menuju ke arah yang lebih baik.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Pemerintahan Desa Blederan 1998 - 2006
Dunia baru sebagai Kepala Desa.
Pelantikan Kepala Desa tahun 1998 dilaksanakan pada Bulan September 1998 di Adipura Kencana oleh Bupati Drs. H. Margono. Dapat di katakan pada waktu itu Kepala Desa yang baru mengalami kebingunan mau apa setelah mendapat amanat menjadi Kepala Desa dan berbagai kesulitan dalam penataan Pemerintahan Desa yang cukup amburadul baik dari sisi sarana dan prasarana gedung kantor desa dan sarana penunjang maupun pendukung terselenggaranya pemerintahan di desa sebagai wujud dari sistem penyelenggara pemerintahan di tingkat paling bawah. Awal tahun 1999 Desa Blederan mendapatkan bantuan PDMDKE bidang sarana prasarana fisik, dengan situasi masyarakat yang belum kondusif Kepala Desa dituntut untuk memulai pekerjaannya dengan pelaksanaan pembangunan secara fisik padahal yang akan melaksanakan situasinya tidak karuan, sempat timbul gesekan-gesekan kecil antar dusun terkait dengan bantuan tersebut. Dengan pendekatan secara persuasif pembangunan dapat berjalan dan diterima masyarakat. Antara tahun 2000 - tahun 2003 dapat dikatakan masa-masa pemulihan situasi dan kondisi di masyarakat dan mempersatukan masyarakat di masing-masing dusun dalam wadah satu desa Desa Blederan.
Ketika Kepala Desa baru memasuki ruangan kantor desa terlihat suasana kantor yang kurang tertata dengan baik, tidak mencerminkan suasana berjalannya sistem pemerintahan. Hal tersebut diperparah dengan keberadaan perangkat yang masih kurang pengetahuannya dalam hak dan kewajiban sebagai abdi masyarakat, memang kita mengakui keberadaan Kepala Desa dan Perangkat pada waktu dulu seperti Ratu dengan Prajuritnya, sehingga tidak aneh kalau kata-kata Kepala Desa seperti sabdo pandito ratu yang harus selalu dituruti segala ucapannya dan perangkat sendiko dawuh dengan apa yang diperintahkan.
Seiring dengan berjalannya tahun dan perkembangan jaman Desa Blederan sedikit demi sedikit mengalami perubahan. tunggu episode selanjutnya..........
Rabu, 01 April 2009
Profil Perangkat Desa

Dari kiri ke kanan :
Masrukhin (Sekretaris Desa), Sulbi Asnawi (Kaur Keuangan), Mubasir (Kaur Pembangunan), Nurhilal (Kadus Klesman), H.M. Muttaqin (Kepala Desa), Kurniadi (Kaur Umum), Muchamid (Kaur Pemerintahan), Munjiyono (Kadus Blederan), Ahmad Asrur Anwar (Kaur Kesra).
PERPUSTAKAAN "AL-MADANI" DESA BLEDERAN
Latar Belakang
Berkenaan dengan hal tersebut perpustakaan merupakan salah satu alternatif sebagai sarana untuk penggalian dan pengembangan potensi yang ada pada masyarakat. Melalui kegiatan membaca dan pengembangan minat bakat perpustakaan sebagai sarana untuk menyediakan bahan pembelajaran yang dibutuhkan masyarakat, diharapkan akan melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan terciptanya sumber daya manusia yang trampil, handal dan berkreatif serta berkepribadian Indonesia.

Dengan kondisi warga masyarakat yang semakin memprihatinkan dimana terjadi krisis moral, krisis moneter yang berdampak pada lonjakan harga berbagai kebutuhan hidup serta banyaknya pengangguran, diharapkan dengan didirikannya Perpustakaan Al – Madani dapat dipergunakan sebagai wadah untuk menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berlanjut pada pengembangan diri masyarakat, sehingga akan tercipta pribadi – pribadi yang mandiri dan menjadi manusia yang lebih berdaya dan berhasil guna.
Perpustakaan Al – Madani Desa Blederan Kecamatan Mojotengah didirikan pada tanggal 1 Juni 2008. Adapun yang melatarbelakangi pendirian perpustakaan tersebut antara lain : adanya keprihatinan kurangnya sumber bahan pustaka sebagai ajang penggalian pengetahuan dan pengembagan diri di masyarakat dan tidak tertatanya buku-buku yang ada di Kantor Desa Blederan sehingga membuat suasana kurang mendukung dalam rangka terselenggara dan terciptanya good governant yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ruang baca Perpustakaan "Al-Madani" Desa Blederan yang tidak pernah sepi dari pembaca terutama dari pelajar.

Para Pelajar sedang berdiskusi di Ruang Perpustakaan "Al-Madani" Desa Blederan

Pengelola dan pembaca di perpustakaan "Al-Madani" sedang membetulkan buku-buku
Visi dan Misi Perpustakaan Al – Madani
Visi : “ Mewujudkan Masyarakat Yang Berwawasan Luas, Trampil, Handal, Kreatif dan Inovatif “.
Misi :
1. Menyediakan sumber pembelajaran bagi masyarakat desa.
2. Meningkatkan minat baca bagi para pelajar dan warga desa.
3. Meningkatkan sumber daya manusia masyarakat desa.
4. Meningkatkan taraf hidup masyarakat desa
5. Memberikan suatu layanan yang bervariasi.
Susunan organisasi serta tugas dan tanggung jawabnya
| No | Nama | Jabatan |
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. | H.M.Muttaqin Hj. Siti Hikmah Masrukhin Aris Sutrimo A. Asrur Anwar Hendri Ariyadi Zainul Muntaha Sony Umayah | Pelindung Ketua Perpustakaan Wakil Ketua Perpustakaan Pengadaan Bahan Pustaka Pelayanan Bahan Pustaka Pengolahan Bahan Pustaka Sekretaris Perpustakaan Bendahara Perpustakaan |

Tim Penilai Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Kabupaten Wonosobo berfoto bersama dengan Kepala Desa, Perangkat Desa, dan Pengelola Perpustakaan "Al_madani".

Bapak Camat Mojotengah sedang memberikan sambutan dalam rangka penerimaan tim penilai Lomba Perpustakaan Desa tingkat Kabupaten Wonosobo Tahun 2008.
Selasa, 31 Maret 2009
PRODUK UNGGULAN DESA BLEDERAN
Opak di Desa Blederan merupakan produk unggulan desa. Adapun jumlah rumah tangga yang memproduksi opak ada 50 Kepala Keluarga. Jenis-jenis opak hasil produksi dari Desa Blederan antara lain :
1. Opak Kelapa
2. Opak Angin ( opak ketan / opak gombloh )
3, Opak Ketela Pohon ( opak budin )
Penjelasan :
1. Opak Kelapa :dinamakan opak kelapa karena bahan bakunya dari kelapa dicampur dengan beras ketan dan juga bermacam bumbu-bumbu yang lain dan apabila dimakan akan terasa gurih.
2. Opak Angin ( opak ketan / opak gombloh ) :dinamakan opak angin/opak ketan/opak gombloh karena bahan baku dasarnya dari beras ketan dicampur dengan bumbu-bumbu yang lain dan apabila dimakan tidak kenyang-kenyang.
3. Opak Ketela Pohon ( bahasa jawanya opak budin ) : dinamakan opak ketela pohon/opak budin karena bahan baku dasarnya dari ketela pohon / budin.
Dari ketiga jenis opak yang merupakan produk unggulan Desa Blederan dapat dikatakan makanan non kolesterol karena proses pembuatan dan bahan bakunya serta cara memasaknya yang dibakar diatas api arang.
Jumat, 27 Maret 2009
BRAHMAN CROSS UNTUK DESA BLEDERAN



Kelompok Tani Ternak “TUMBUH BERSAMA” Desa Blederan Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah tahun 2008 menerima bantuan 50 ekor Sapi jenis Brahman Cross dari Pemerintah Pusat. Bantuan diterima sesuai dengan pengajuan proposal pada akhir tahun 2006.Dari bantuan 50 ekor Sapi sampai informasi ini diturunkan telah berkembang menjadi 53 ekor Sapi, dari pantauan kami dilokasi kandang Sapi tepatnya di Dusun Blederan akan berkembang lebih banyak karena Sapi-sapi tersebut tidak lama lagi akan segera melahirkan.
Informasi yang kami dapat dari Ketua Kelompok Tani Ternak “TUMBUH BERSAMA” Bapak Sumarno, bahwa hasil dari kunjungan Dinas dan Instansi terkait menyampaikan untuk pengelolaan ternak Sapi di Desa Blederan sudah sesuai dengan peyunjuk dan aturan terutama dari segi pembuatan kandang dan tata letak ruang dan semoga pengelolaan ternak Sapi di Desa Blederan dapat menjadi percontohan untuk pengelolaan ternak Sapi di daerah lain khususnya di Kabupaten Wonosobo.
Ketua Kelompok Tani juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu dalam pengajuan proposal permohonan bantuan ternak Sapi di Desa Blederan Kecamatan Mojotengah semoga bantuan ternak Sapi di Desa Blederan dapat berkembang pesat dan kelompok tani ternak dapat bertambah.
Tahun 2009 Kelompok Tani Ternak Kambing tepatnya di Dukuh Jawar Desa Blederan Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo akan mendapatkan Proyek Padat Karya bidang Ekonomi Produktif jenis Ternak Kambing.
Selasa, 24 Maret 2009
STRATEGI PEMBANGUNAN DESA
Untuk mewujudkan visi yang didukung oleh misi, maka Pelaksanaan Pembangunan di Desa Blederan ditempuh dengan beberapa strategi Pembangunan Desa sebagai berikut :
- Strategi Penguatan Keembagaan Desa yang ada di Desa Blederan yang diarahkan agar semua yang terlibat dalam kelembagaan desa yang ada dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan peraturan yang ada.
- Strategi Pemberdayaan Masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan sumber daya manusia agar mempunyai kepedulian untuk memajukan desa dilihat dari faktor Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya.
- Strategi Pembangunan Desa yang partisipatif yang diarahkan agar masyarakat benar-benar dapat berpartisipasi dalam setiap proses perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan dan mampu mengevaluasi pelaksanaan pembangunan.
Strategi Pembangunan Kedua dimaksudkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di desa ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui penetapan kebijakan di bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial.
Strategi Pembangunan Ketiga dimaksudkan agar masyarakat baik perorangan maupun kelompok berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan publik supaya kepentingan-kepentingannya ( baik perorangan maupun kelompok ) dapat diakomodasi dalam pengambilan kebijakan publik.
B. Agenda Pembangunan Desa Blederan
Berdasarkan visi, misi dan strategi pembangunan tersebut, maka secara garis besar disusun 4 ( empat ) Agenda Pembangunan Desa Blederan 2008 – 2012 :
- Bersama masyarakat memperkuat kelembagaan desa yang ada
- Bersama masyarakat dan kelembagaan desa menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan yang partisipatif.
- Bersama masyarakat dan kelembagaan desa dalam mewujudkan Desa Blederan yang aman, tentram dan damai.
- Bersama masyarakat dan kelembagaan desa memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Visi & Misi Desa Blederan
Demokratisasi memiliki makna bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di desa harus mengakomodasi aspirasi dari masyarakat melalui Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Kemasyarakatan yang ada sebagai mitra Pemerintah Desa yang mampu mewujudkan peran aktif masyarakat agar masyarakat senantiasa memiliki dan turut serta bertanggungjawab terhadap perkembangan kehidupan bersama sebagai sesama warga desa sehingga diharapkan adanya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui penetapan kebijakan, program dan kegiatan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat.
Atas dasar pertimbangan tersebut di atas, maka untuk jangka waktu 5 ( lima ) tahun ke depan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan dapat benar-benar mendasarkan pada prinsip keterbukaan dan partisipasi masyarakat sehingga secara bertahap Desa Blederan dapat mengalami kemajuan. Untuk itu dirumuskan Visi dan Misi sebagai berikut :
A. Visi
“Kebersamaan dalam Membangun demi Desa Blederan yang lebih Maju”
Rumusan Visi tersebut merupakan suatu ungkapan dari suatu niat yang luhur untuk memperbaiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan di Desa Blederan baik secara individu maupun kelembagaan sehingga 5 ( lima ) tahun ke depan Desa Blederan mengalami suatu perubahan yang lebih baik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dilihat dari segi ekonomi dengan dilandasi semangat kebersamaan dalam Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan.
B. Misi
- Bersama masyarakat memperkuat kelembagaan desa yang ada
- Bersama masyarakat dan kelembagaan desa menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan yang partisipatif
- Bersama masyarakat dan kelembagaan desa dalam mewujudkan Desa Blederan yang aman, tentram dan damai
- Bersama masyarakat dan kelembagaan desa memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BLEDERAN
GAMBARAN UMUM DESA

Balai Desa Blederan.
Luas Wilayah Desa Blederan Kecamatan Mojotengah adalah 107,077 ha, daerah dengan ketinggian 800 M dari permukaan air laut terletak di Lereng Gunung Sindoro, berbatasan langsung dengan Desa Sendangsari (Garung) di sebelah utara, Desa Gemblengan (Garung) di sebelah timur, Desa Bumirejo (Mojotengah) di sebeleh selatan, dan di sebelah barat berbatasan dengan Desa Wonokromo (Mojotengah).
Seperti sebagian besar wilayah lain di Kabupaten Wonosobo, Desa Blederan mempunyai suhu udara yang dingin, suhu udara rata-rata 22 - 30 derajat celcius pada siang hari, dan antara 15 - 20 derajat celcius pada malam hari, sebuah kondisi udara yang bagi sebagian besar orang di Indonesia terbilang dingin, wilayah Desa Blederan Kecamatan Mojotengah sebagian besar merupakan tanah garapan berupa tanah sawah dan sebagian kecil berupa tanah tegalan, dengan hasil utama berupa padi dan sebagian berupa sayuran dan tembakau.
Jumat, 20 Februari 2009
Download dokumen
Silakan klik link di bawah ini :
1. LPPD dan LKPD desa Blederan
2. Lampiran LPPD
3. Rencana Pemb. 2008-20013
4. RPJM Desa 2008-20013
Sabtu, 07 Februari 2009
Blederan dalam Gambar
Balai Desa Blederan
Pemerintah Desa Blederan
Linmas dan Kepala Desa Blederan
Betonisasi Jalan Program PNPM
Kirab Panji Kabupaten Wonosobo




Situasi Desa Blederan
Istirahat setelah Kerjabakti
Pelatihan Menjahit Program PNPM
Pengurus Perpustakaan Al-Madani Desa Blederan
Rapat PKK
Plang Proyek PNPM
Rapat Kelembagaan Desa
Peternakan Sapi Brahman Cross
Persawahan
SD Negeri Blederan

Siswa MI Blederan
Kegiatan Timbang Balita Posyandu
Tol Jalan Desa
Upacara Peringatan HUT RI Desa Blederan
