Kamis, 10 September 2009

Pelunasan PBB Tanggung Jawab Siapa..?


Pajak merupakan kewajiban warga negara yang punya obyek termasuk juga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Untuk di tingkat desa seseorang yang menjadi Kepala Desa tidak dapat dilepaskan dan akan mendapatkan pengalaman tersendiri mengenai PBB. Salah satu kegiatan rutin tahunan Kepala Desa beserta Perangkat Desa adalah bagaimana PBB bisa lunas. Bukannya apa2 kalau Kepala Desa bertanya sebenarnya pelunasan PBB tanggungjawab siapa...?. Kita mencoba menguraikan.......membayar PBB adalah kewajiban warga negara untuk setiap tahunnya, kadang kita yang di desa akan mendapat pengalaman yang menarik karena pelunasan PBB ada jatuh temponya dan hal ini ada yang dijadikan dasar warga untuk membayar, di sisi yang lain kita sebagai aparat yang ada di desa kepingin agar PBB dapat lunas secepatnya.Penarikan PBB di desa dilaksanakan ole aparat desa atas perintah dari Kepala Desa, khususnya Kepala Desa selalu di kejar-kejar kapan PBB lunas, ketika Kepala Desa di tanya kapan lunasnya tentunya mengejar Perangkat Desa. Hampir dapat dipastikan sebelum PBB lunas setiap ada Rakor selalu dibahas bagaimana PBBnya, mau lunas kapan..?Memang harus di akui apabila PBB belum lunas seorang Kepala Desa berfikir dan selalu berfikir bagaimana agar lunas, entah bagaimana caranya, yang terkadang sampai hutang untuk melunasi PBB yang tidak hanya kewajiban Kepala Desa saja.
Pelunasan PBB Kecamatan Mojotengah tahun 2009 merupakan prestasi tersendiri karena dapat lunas 100 % sebelum jatuh tempo, meskipun Kepala Desa pontang panting mencari uang untuk melunasi, padahal setelah PBB lunas masalah belum selesai karena andai uang itu hutang terus bagaimana melunasi hutangnya, kalo direnungkan satu masalah selesai timbul masalah baru begitulah kiranya untuk setiap tahunnya. Kami yang ada di desa menghimbau kepada semuanya saja yang merasa ikut bertanggungjawab terhadap pelunasan PBB agar benar-benar bersatu padu, bekerja sama dan menjalin kebersamaan baik di tingkat pusat, propinsi, kabupaten dan lebih-lebih ditingkat kecamatan yang hampir setiap hari berhubungan dengan desa.
Ketika semua pihak yang terkait mengetahui permasalahan yang ada hal ini dapat dijadikan dasar untuk menentukan kebijakan hal PBB tahun yang akan datang. Secara umum pelunasan PBB di tingkat desa masih menjadi tanggung jawab dari Kepala Desa beserta Perangkat Desa, perlu di ketahui bahwa di desa ada lembaga desa ( BPD, LPMD, RT, RW dsb ) sebagai mitra kerja Pemerintah Desa. Pelatihan untuk Kepala Desa sudah sering dilaksanakan, mungkin yang masih kurang pelatihan untuk lembaga desa yang lain. Pelatihan belumlah cukup, yang tidak kalah pentingnya bagaimana hasil dari pelatihan dapat direalisasikan di desa sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat di desanya. Masih menjadi PR tentang bagaimana memberdayakan lembaga desa yang ada agar benar-benar dapat bersama-sama dengan Pemerintah Desa membangun desa, termasuk di dalamnya bagaimana agar PBB dapat lunas secepatnya. Sejenak kita merenung apakah hak yang kita terima sudah sesuai dengan kewajiban yang kita laksanakan..?. Dengan adanya dana yang masuk ke desa mengalami peningkatan dibanding sebelumnya tentunya desa dapat berbuat apa saja untuk kemajuan desanya, kuncinya kita mau apa tidak. PBB baru salah satu agenda rutin tahunan desa, masih banyak agenda -agenda kegiatan yang perlu direncanakan, kami berharap semua pengambil kebijakan baik ditingkat kecamatan maupun kabupaten untuk bersama-sama merumuskan perencanaan kegiatan dimasing-masing desa sebagai landasan kita melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai abdi masyarakat, lemahnya perencanaan menjadikan pekerjaan hasilnya amburadul walaupun perencanaan tidak satu-satunya sebab suksesnya hasil pekerjaan.
Kiranya dapat disimpulkan bahwa pelunasan PBB menjadi tanggung jawab kita bersama, berikanlah desa kesempatan untuk berupaya dengan segala daya dan konsekuensi yang ada, dan tentunya harus ada dukungan dari semua pihak terkait untuk mencari solusi dan menerima akibat yang ditimbulkan.
Read more ...

Minggu, 06 September 2009

PNPM-MD Pelatihan Menjahit dan Bordir




Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat tahun 2009 untuk Desa Blederan sudah memasuki tahapan realisasi kegiatan. Pelatihan Menjahit dan Bordir merupakan kegiatan Pelatihan atau Peningkatan Kualitas Hidup (PKH) usulan dari perempuan yang telah dimulai pada tanggal 24 Agustus 2009 pelaksanaannya bertempat di Ruang Pertemuan Desa Blederan. Kegiatan Pelatihan dilaksanakan satu minggu 3 kali pertemuan, berlangsung sampai tanggal 24 Oktober 2009. Adapun jumlah peserta untuk ketrampilan menjahit sejumlah 26 orang dan untuk kegiatan bordir sejumlah 7 orang. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tenaga pelatih dari LPK POPBAYO Wonosobo. Dengan adanya Pelatihan Menjahit dan Bordir, masyarakat Desa Blederan diharapkan ada peningkatan kualitas hidup dari sisi ekonomi. Pemikiran ke depan setelah pelatihan selesai tidak kalah pentingnya, karena bagaimana kita bisa memberdayakan dan mengembangkan masyarakat desa yang telah mendapatkan pelatihan tersebut. Masih minimnya warga Desa Blederan yang membuka lapangan perkerjaan menjahit, dimungkinkan adanya lapangan kerja baru di bidang menjahit.
Read more ...

Mini Warnet "Al-Madani" Desa Blederan


Seiring dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tentunya membutuhkan perangkat pendukung untuk mendapatkan infomasi sebagai pintu pembuka memperkaya wawasan pengetahuan, ketika Desa Blederan mendirikan perpustakaan desa tahun 2008 tentunya kurang lengkap apabila dengan berjalannya waktu tidak mengalami perkembangan dan peningkatan sumber daya manusia khususnya di Desa Blederan. Memasuki tahun kedua berdirinya Perpustakaan Desa Blederan akan dilengkapi dengan sarana penunjang berupa Internet yang akan dikembangkan menjadi mini warnet "Al-Madani" Desa Blederan, hal tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada warga masyarakat untuk memperkaya diri di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dengan harapan akses infomasi dapat diketahui dengan cepat.
Dengan adanya mini warnet semoga benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga Desa Blederan khususnya dan masyarakat luas umumnya.
Read more ...

Kamis, 03 September 2009

Sekilas Perjalanan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Blederan


Assalamu'alaikum Wr Wb
Tidak ada ungkapan yang lebih baik untuk mengawali penulisan ini kecuali ungkapan rasa syukur Kepada Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Taufik dan Hidayah-Nya kepada kita sekalian karena atas karuniaNyalah kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara di muka bumi ini dan sudah sepantasnya kita sebagai makhluqNya selalu ingat akan kebesarannya yang telah membuat kita ada di muka bumi ini "God is the great". Sholawat dan Salam smoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammmad SAW yang telah membawa umatnya dari jaman jahiliyah menuju jalan keselamatan yang senantiasa kita mengharapkan Ridla Allah SWT.
Kepada semua pihak langsung maupun tidak langsung mengucapkan terima kasih atas segala dukungannya dalam bentuk apapun dan juga mohon maaf atas segala kukurangan dalam bentuk apapun juga dan tata bahasa penulisannya dalam penulisan "Sekilas Perjalanan Pemeritahan di Desa Blederan".
Insya Allah niat dan maksud serta tujuan penulisan ini baik, kami dapat saling berbagi bertukar pengalaman dan siapa tahu kita semua dapat mengambil hikmah dari perjalanan penyelenggaraan Pemeritahan di Desa Blederan Kecamatan Mojotengah. Kami juga mohon maaf tidak bisa memberikan secara rinci perjalanan Pemerintahan di Desa Blederan, hal tersebut karena keterbatasan untuk mengingat, paling tidak meskipun hanya sekilas semoga dapat memberikan manfaat.
Demikian pengantar dari penulis semoga para pembaca dapat memberikan kritik yang membangun menuju ke arah yang lebih baik.
Wassalamu'alaikum Wr Wb

Pemerintahan Desa Blederan 1998 - 2006

Pilkades Desa Blederan tahun 1998.
Desa Blederan Kecamatan Mojotengah sampai tahun 2009 telah mengalami pergantian kepemimpinan 11 (sebelas) kali dengan 10 orang Kepala Desa yang diberi amanat di Desa Blederan. Tahun 1998 Desa Blederan mengalami masa-masa perubahan atau pergantian kepemimpinan sehingga diselenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada bulan April 1998. Waktu itu bakal calon Kepala Desa ada 4 (empat) orang (Anwar Affandi, Retno Harini, Rokhmani, Muttaqin). Seperti umumnya desa yang menyelenggarakan Pilkades, di Desa Blederan juga mengalami suasana yang kurang kondusif terutama menjelang Pilkades, sudah semestinya masyarakat Desa Blederan pada waktu itu terpecah menjadi 4 (empat) kelompok pendukung calon Kepala Desa. Singkat cerita dari pelaksanaan Pilkades yang meriah di Desa Blederan yang mendapatkan suara terbanyak atas nama Muttaqin seorang pemuda desa anak seorang petani penggarap sawah yang memang gemar berolah raga sepak bola.

Dunia baru sebagai Kepala Desa.
Pelantikan Kepala Desa tahun 1998 dilaksanakan pada Bulan September 1998 di Adipura Kencana oleh Bupati Drs. H. Margono. Dapat di katakan pada waktu itu Kepala Desa yang baru mengalami kebingunan mau apa setelah mendapat amanat menjadi Kepala Desa dan berbagai kesulitan dalam penataan Pemerintahan Desa yang cukup amburadul baik dari sisi sarana dan prasarana gedung kantor desa dan sarana penunjang maupun pendukung terselenggaranya pemerintahan di desa sebagai wujud dari sistem penyelenggara pemerintahan di tingkat paling bawah. Awal tahun 1999 Desa Blederan mendapatkan bantuan PDMDKE bidang sarana prasarana fisik, dengan situasi masyarakat yang belum kondusif Kepala Desa dituntut untuk memulai pekerjaannya dengan pelaksanaan pembangunan secara fisik padahal yang akan melaksanakan situasinya tidak karuan, sempat timbul gesekan-gesekan kecil antar dusun terkait dengan bantuan tersebut. Dengan pendekatan secara persuasif pembangunan dapat berjalan dan diterima masyarakat. Antara tahun 2000 - tahun 2003 dapat dikatakan masa-masa pemulihan situasi dan kondisi di masyarakat dan mempersatukan masyarakat di masing-masing dusun dalam wadah satu desa Desa Blederan.
Ketika Kepala Desa baru memasuki ruangan kantor desa terlihat suasana kantor yang kurang tertata dengan baik, tidak mencerminkan suasana berjalannya sistem pemerintahan. Hal tersebut diperparah dengan keberadaan perangkat yang masih kurang pengetahuannya dalam hak dan kewajiban sebagai abdi masyarakat, memang kita mengakui keberadaan Kepala Desa dan Perangkat pada waktu dulu seperti Ratu dengan Prajuritnya, sehingga tidak aneh kalau kata-kata Kepala Desa seperti sabdo pandito ratu yang harus selalu dituruti segala ucapannya dan perangkat sendiko dawuh dengan apa yang diperintahkan.
Seiring dengan berjalannya tahun dan perkembangan jaman Desa Blederan sedikit demi sedikit mengalami perubahan. tunggu episode selanjutnya..........

Read more ...

Selasa, 01 September 2009

Tarawih Silaturrakhim (Tarkhim) Pemdes Blederan


Dalam rangka ikhtiar meraih pahala di Bulan Suci Ramadhan 1430 H dan evaluasi pelaksanaan program kegiatan Tahun 2009 dan juga sosialisasi rencana program kerja tahun yang akan datang Pemerintahan Desa Blederan menyelenggarakan Tarawih Silaturrakhim di setiap Masjid dan Mushola di Wilayah Desa Blederan. Tarkhim di ikuti oleh Kepala Desa beserta Perangkat Desa, Anggota BPD dan Pengurus LPMD.
Pelaksanaan Tarkhim merupakan agenda rutin tahunan Pemerintahan Desa Blederan, hal ini juga dimaksudkan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat untuk mencari masukan dan mempersilakan mengkritik terhadap jalannya Pemerintahan di Desa Blederan. Penyampaian pelaksanaan program kegiatan tahun 2009 antara lain : pelaksanaan pengelolaan ADD dan Pelaksanaan PNPM-MD. Pelaksanaan ADD Desa Blederan tahun 2009 yang merupakan program unggulan adalah pengadaan tempat sampah di masing-masing rumah tangga. Adapun untuk rencana program unggulan tahun 2010 adalah pemugaran / perbaikan rumah tidak layak huni .
Di samping hal-hal tersebut di atas disampaikan juga perlunya bergotong- royong dalam membangun desa. Adapun kegiatan gotong royong dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelebaran Lapangan Desa Blederan.

Read more ...

Pantauan Kearsipan Pemerintahan Desa dan Pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa



Kearsipan Pemerintahan Desa.
Menindaklanjuti sosialisasi tentang kearsipan desa di Gedung Sasana Adipura Kencana Kabupaten Wonosobo yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Ibu Dra. Hj. Rustriningsih. M.Si Pemerintah Propinsi Jawa Tengah menerjunkan Tim Pemantau kearsipan ke desa-desa dan Desa Blederan mendapat kepercayaan dari Kecamatan Mojotengah untuk dipantau mengenai penataan kearsipan Pemerintahan Desa. Secara umum tentang kearsipan di masing-masing desa sangat perlu diadakan penataan kembali karena kalau kita amati penataan kearsipan masih amburadul. Memang semua pihak harus menyadari masalah penataan kearsipan tidak bisa dilepaskan dengan kesiapan Sumber Daya Manusia yang ada di masing-masing desa. Harus diakui peran seorang Kepala Desa sangat penting dalam rangka memberdayakan semua unsur yang ada di desa yang dalam hal ini semua kelembagaan yang ada dan tentunya Sekdes dan Perangkat Desa, karena kearsipan menjadi bagian pekerjaan dari Sekdes dan Perangkat Desa dengan dikomandanni Kepala Desa. Kepala Desa menjadi figur yang penting untuk menggerakkan mitra dalam kerja yaitu Perangkat dan Lembaga Desa. Kita ingat kata-kata "Ing Ngarso Sung Tuladha Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani " yang tidak bisa dilepaskan dengan gaya kepemimpinan, akan tetapi banyak pemimpin tapi sedikit yang mempunyai sifat kepemimpinan yang benar-benar dapat mengayomi dan menjadi tuntunan masyarakat umumnya.

Kunjungan Balai Diklat PMD Yogyakarta
Desa Blederan Kecamatan Mojotengah mendapat kepercayaan dari Kabupaten Wonosobo dan Kecamatan Mojotengah mendapat kunjungan kerja dari Balai Diklat Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD ) Yogyakarta pada tanggal 1 September 2009. Tim Balai Diklat PMD mempunyai maksud dan tujuan ingin membuktikan pelaksanaan di lapangan terkait dengan pelaksanaan pelatihan PMD pada Bulan April 2009 yang diselenggarakan oleh Balai Diklat PMD Yogyakarta yang mana Kecamatan Mojotengah di wakili oleh Kepala Desa Blederan dan Kepala Desa Mojosari. Kunjungan dari Balai Diklat PMD menanyakan informasi seputar hasil pelaksanaan pelatihan Kepala Desa dan penerapannya dalam pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa juga mencari masukan tentang pelaksanaan pelatihan PMD bagi Kepala Desa.
Beberapa hal yang menjadi tema kunjungan antara lain : Profil Desa, SOTK Desa, RPJMDesa, RKPDesa, Keuangan Desa, Administrasi Desa, dan laporan-laporan lainnya.



Pelaksanaan pelatihan Pemerintahan Masyarakat Desa secara umum materinya sama dengan pelatihan tentang Pemerintahan Desa yang lain yang pernah dilaksanakan. Ada kelebihan yang dapat kita terima menjadi suatu pengalaman yang berharga adalah adanya Kunjungan Kerja / Study Banding ke desa-desa yang lebih maju. Dari hasil kunjungan peserta diklat ke Desa Ngentakrejo banyak hal yang di dapat antara lain : proses pembuatan perdes, pengelolaan aset desa dan penggalian pendapatan asli desa serta hal-hal lain.


Read more ...